วันเสาร์ที่ 3 มีนาคม พ.ศ. 2561

Berdirilah
Untuk apa kau terdiam
lihatlah aksara derita anak anak

yang ramai tidaak meneguk air pengetahuan
atauBiarkan saja
mereka tersungkur dibawah bayang lelabu
Pagimu apa kau perbuat
Siangmu apa kau manfaat
Malammu semua terlewat
Bangunlah, Kawannasib ini milik kita
jangan biarkan 
remaja nanar
anak anak bangsa
perlukan jasa baktimu
ada bunga taburkan
ada ranting tebarkan
ada bambu cocokkan

Bangunlah, Kawan
Lalu buka matamu
Engkau masih muda
Waktumu masih ada
Dan melangkahlah sekarang
Sekarang juga

วันอังคารที่ 23 มกราคม พ.ศ. 2561

DI HARI ITU

Dihari itu
Kan datang saatnya
Diterpa seruling isrofil
Manusia bagaikan kapas dan, kerikil
     Bersantapan.....
     Manusia kebingungan
     Tak tahu kemana menyelamatkan
     Manusia tidak mampu
     Lari dari kenyataan
     Banyak pecundang
     Menawarkan kebaikan pada sang Tuhan
Tetapi.....
Tak ada harapan
Gunung besar beterbangan
Menindih manusia kepincangan
Hancur lebur sang alam
Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena
Belum sempat berdzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang
Belum sempat bersdekah pagi, matahari sudah meninggi
Niat pukul 09.00 pagi hendak sholat dhuha,
Tiba-tiba adzan dzuhur berkumandang
Teringin setiap pagi membaca 1 juz al-quran
Menambah hafalan satu hari satu ayat
Itu pun tidak dilakukan
Rancangan untuk tidak melewatkan malam
Kecuali dengan tahajud dan witir
Walaupun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan
Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur?
Berseronok dengan usia?
Lalu tiba-tiba menjelmalah usia diangka 30
Sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50
Dan kemusian orang mula memanggil kita dengan
Panggilan “Tok Wan, Atok..Nek” menandakan
Kita sudah tua

วันเสาร์ที่ 29 เมษายน พ.ศ. 2560

วันจันทร์ที่ 21 พฤศจิกายน พ.ศ. 2559

Jenis Hati

Jenis Hati Manusia

Dilihat dari keadaannya, hati manusia dapat digolongkan menjadi 3 :

Pertama. Hati yang bersih, sehat dan selamat (Al qolbu as saliimu)

Hati ini adalah milik orang-orang beriman. Ia adalah hati yang terbebas dari penyakit, iri, dengki, hasad, riya, sum’ah dll. Hanya orang yang berhati bersih sajalah yang dijamin keselamatannya kelak dihadapan Allah SWT.

 يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩ 

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS Asy Syu’ara : 88 – 89)

Kedua.
 Hati yang sakit dan berpenyakit (Al qolbu al mariidhu) 

Ini adalah hati orang munafik. Orang yang penyataan lisan berbeda dengan kenyataan hatinya. Orang yang hanya mencari keuntungan dan keselamatan pribadi tanpa mau peduli diatas jalan benar atau salah.

Dari Abdullah bin Amru dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada empat perkara, barangsiapa yang empat perkara tersebut ada pada dirinya maka dia menjadi orang munafik sejati, dan apabila salah satu sifat dari empat perkara tersebut ada pada dirinya, maka pada dirinya terdapat satu sifat dari kemunafikan hingga dia meninggalkannya:
1.    jika berbicara selalu bohong,
2.    jika melakukan perjanjian melanggar,
3.    jika berjanji selalu ingkar,
4.    dan jika berselisih licik."
    (HR. Muslim No. 88)

Orang munafik semacam ini kelak akan ditempatkan di keraknya neraka.

إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا ١٤٥

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS An Nisa 145)
  
Ketiga.
  Hati yang buta, hati yang mati atau tertutup (Al qolbu al mayyitu) 

Hati ini adalah hati orang kafir, antheis, orang yang tidak beriman kepada rukun iman. Para ulama mensifati hati ini dengan ungkapan “Laa ya’riful haqqa” artinya tidak mengenal kebenaran.
   
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٦

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ ٧

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS Al Baqarah : 6-7)

kata motivasi

Hidup kita tidak dinilai dari apa yang diberikan sekitar kita tetapi dinilai dari manfaat yang kita berikan kepada sekitar kita.
Kebahagiaan bukan memiliki banyak hal, tetapi karena ia tidak membandingkan miliknya dengan milik orang lain.
Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun.
Jangan biarkan sebuah masalah membuat Anda jatuh! Masalah itu seharusanya membuat Anda semakin kuat.
Orang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil.
Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.
Siapa yang bersyukur atas sesuatu yang sedikit akan lebih mudah tuk bersyukur atas sesuatu yang banyak.